Lagu Rohani (2)

by Roosmala

Kalau pada tulisan sebelumnya. mama mengulas salah satu lagu yang liriknya kurang begitu pas, maka melalui tulisan ini, mama ingin berbagi cerita tentang sebuah lagu yang menurut mama cocok banget dengan apa yang dijalani Opa semasa hidupnya

Ku tak membawa apapun juga
Saat ku datang ke dunia
Ku tinggal semua pada akhirnya
Saat ku kembali ke surga

Beneran deh, boleh dibilang Opa tuh udah siap banget kembali ke surga, tanpa membawa apapun. Maksud mama. ada orang-orang yang di mulut ngomong begitu, tapi prakteknya, mereka masih punya timbunan harta cukup banyak di dunia, baik harta yang bernilai secara materi, maupun sekedar ‘rongsokan’ yang “dibuang sayang”. Nah kalo Opa, seinget mama dari sejak Oma meninggal, Opa udah mulai tuh buang-buangin / bagi-bagi harta bendanya. Jas, dasi, pin, piring, mangkok, gelas, koleksi buku-buku … segala sesuatu deh, sama Opa ditawar-tawarin ke siapapun yang mau. “Asal dapat dimanfaatkan”, kata Opa.

Cocok kan sama penggalan lirik lagu “Hati S’bagai Hamba ?”

nb. Di antara “harta” dunia yang Opa pertahankan sampai akhir hayatnya, ada 1 koper berisi toga dan semua perlengkapannya serta 1 guci yang dilapisi kain satin berwarna biru dengan hiasan payet berbentuk salib (hasil karya Opa, pastinya)

Kepada tante Lili, Opa berpesan, kalau tiba saatnya Opa dipanggil Tuhan, dia ingin “pergi” dengan memakai toga dan semua perlengkapan yang ada di dalam koper tsb.

Sementara guci disediakan Opa untuk wadah penyimpanan abu jenazahnya setelah dikremasi.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai