by Roosmala
Tahun 2008-2012, keluarga kita berserakan di 3 negara.
Papa bekerja di Indonesia, Edo kuliah di Australia, sementara mama menemani Ade sekolah di Singapore.
Dalam periode tsb, di tahun 2010, sekitar 1 bulan Opa sempat tinggal sama mama dan Ade pasca menjalankan operasi tulang belakang (L4-L5).
1 bulan sebenarnya bukan waktu yang singkat, apalagi kalau kita membayangkan, selama 1 bulan itu kita harus merawat dan mendampingi orang tua berusia 79 tahun, yang baru menjalankan operasi. Bagaimana kalau orang tua itu gak betah, rewel urusan makan dan menuntut dilayani dalam hal ini dan itu, wah bayanginnya aja udah pusing …
Tapi Ade dan Edo tau kan, Opa orangnya seperti apa. “Gak demanding” dan “easy going” alhasil gak ada masalah apapun yang mama hadapi selama ketempatan Opa. Sebaliknya, malah mama yang “memanfaatkan” kreativitas dan hobby masak-memasak Opa.

Kebetulan waktu itu, mama ditunjuk menjadi ketua Hari Wanita di gereja (GPBB), dan seperti biasa, mau ditunjuk sebagai ketua apapun, pasti mama akan mengangkat thema “going green”. Demikian juga saat itu, untuk acara Hari Wanita, mama memilih dekor dengan menggunakan barang bekas. Ada botol-botol air mineral yang digunting menjadi spiral untuk digantungkan di plafon ruang acara.
Kebetulan juga Opa belum boleh banyak beraktivitas, jadi deh dalam kondisi berbaring, mama tawarin Opa mengisi waktunya dengan menggunting satu demi satu botol air mineral yang membuat cita-cita mama tercapai. Pelaksanaan Hari Wanita jadi artistik dengan dekor barang-barang bekas, hasil gunting menggunting Opa.
Waktu kita mengadakan kebaktian pengucapan syukur, pasca operasi Opa, mama juga “ngerjain” Opa untuk bikin spaghetti bolognaise dengan pelengkap meatball. Meatball hasil pulungan Opa rapih, ukurannya sama semua …. No hoax, walaupun foto-foto dokumentasi hilang bersama hilangnya Blackberry mama.
Tentu saja meatball bikinan Opa mendapat pujian dari tamu-tamu yang hari itu hadir dan ikut mencicipi. Mungkin bukan yang terlezat, tapi at least meatball Opa ga kalah dibanding lezatnya meatball Ikea … Setuju kan ?
Dan di minggu terakhir sebelum Opa kembali ke Jakarta, Opa sempet lho bikin demo masak nasi bakmoy, di depan beberapa ibu-ibu teman-teman mama. Seru banget, demo berlangsung dalam suasana akrab.
Beberapa waktu kemudian, salah satu temen mama yang ikut demo masak Opa, mau praktek bikin nasi bakmoy, tapi dia gak PD, jadi minta tolong mama mintain resepnya sama Opa. Lucu komentar Opa : “Keja apa minta resep lagi, kan kemarin sudah lihat langsung”. Tapi tetep ditulisin juga resepnya, pakai tulisan tangan dan dikirim via pos … daaaaan … kalau buat mama, bikin nasi bakmoy pakai resep itu, dijamin rasanya udah pasti bukan bakmoy, soalnya di resep itu gak dikasih tau, ayam gemuknya segemuk apa, udang dan babi cincangnya berapa kg, merica dan garamnya berapa sendok … Waktu mama tanya, Opa jawabnya enteng banget, katanya “Yah dikira-kira aja, sesuai kebutuhan” … Haiyaaa … Opaaa ..

Tinggalkan komentar