Yang Berbeda

by Roosmala

Dari dulu sampai sekarang, kita sering mendengar orang bilang waktu kita menikah, maka kita akan menemukan banyak perbedaan prinsip maupun kebiasaan antara keluarga kita dengan keluarga pasangan kita.

Dan memang mama alamin itu.

Beberapa poin yang mama catat tentang perbedaan antara keluarga papa dan keluarga mama :

  • Di keluarga mama (dulu) ada peraturan tidak tertulis, tabu adanya seorang laki-laki (suami) mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Rumah Tangga (yg dianggap pekerjaan perempuan). Nah sementara buat si papa, adalah pemandangan biasa melihat no Opa masuk dapur atau membantu Oma beres-beres rumah. Like father like son, si papa juga hobby masak dan gak keberatan nyapu/ngepel. Lumayan lah ya, kalau lagi Lebaran, mama ga jungkir balik sendiri
  • Walaupun ga sampai menjajah, tapi di keluarga mama, tetap ada perbedaan perlakuan terhadap anak vs terhadap pembantu/supir (sekarang disebutnya ART). Contoh, kalau mama ke luar negeri, semua ART dapet oleh-oleh tapi bendanya pasti beda dengan yang mama beliin buat Edo dan Ade. Sementara kalo Opa … selalu beliin benda yang sama sebagai oleh-oleh buat papa, om Andi dan mas Aan … Kalo oleh-olehnya T-Shirt, paling beda warna atau beda gambar, sementara merk pasti sama.

Waktu mbak Ria, mbaknya tante Lili sakit (CA), dan akhirnya meninggal, di saat tante Lili gak ada di Bandung, Opa yang mendampingi mbak Ru (kakak mbak Ria alm, yang juga bekerja pada tante Lili), mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pemberangkatan jenazah mbak Ria ke kampung, termasuk beliin peti dan cariin mobil yang bersedia membawa jenazah sampai ke kampung si mbak.

Di antara sekian banyak kejadian, terselip cerita yang menurut mama lucu, waktu itu mas Aan baru banget dateng dari kampung, dan kerjanya ya bersih-bersih rumah, kalo siang banyak waktu nganggur, jadi sama Opa mas Aan mau disuruh belajar main gitar, dan mau dicariin guru les, mama kebingungan …dan reflex mama tanya : “masa pembantu di les-in gitar ?” Opa dengan polosnya balik tanya : “Edo belajar gitar panggil guru les, kan ?”

Pokoknya di kepala Opa kayanya gak ada deh beda-bedain orang atas dasar status sosial.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai