Bisa Juga Tidak Diberi Momongan !

by Sylvie Tampubolon

Saya dan alm suami mengenal Alm Pdt Em. TS Iskandar sekitar 40 tahun yang lalu, sebagai pendeta yang akan memberkati pernikahan kami

Dr percakapan pastoral tsb, kami dibekali banyak hal untuk memasuki sebuah rumah tangga Kristen.

Saya mendapat kesan beliau adalah seorang pendeta yang tegas, bahasa nya lugas dalam berbicara dan teguh menanamkan prinsip-prinsip hidup Kristen kepada anak-nya yang akan melangkah memasuki episode baru

Salah satu pertanyaan beliau yang saya paling ingat : “Kalian ingin punya anak berapa?”

Spontan saya menjawab dengan mantap : “4”

“Seandainya tidak seperti yang kalian inginkan, bagaimana ?”

Belum sempat saya merenungkan pertanyaannya,  beliau sudah langsung menjelaskan bahwa rencana/kemauan kita belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan, tapi Tuhan tahu yang terbaik untuk anak-anakNya.

“Bisa juga tidak diberikan momongan!!! “ (Jleb !!!)

“Andai itu yang terjadi, apakah kalian akan tetap setia satu sama lain dan taat kepada rencanaNya ?”

“Tetap pak !” (itu suamiku yang jawab).

Dan benar juga, bulan demi bulan berlalu, saya belum hamil-hamil juga, ke dokter dibilang sehat gak ada masalah.

Ketika saya mulai galau, malah suamiku  yang menenangkan : “ ya udah kita sabar aja..kalo enggak punya anakpun, saya gak apa-apa kok”

Mungkin dia ingat janjinya waktu percakapan pastoral untuk tetap setia walau gak dikasih momongan .😀

Puji Tuhan, akhirnya kami dikarunia anak-anak, walaupun jumlahnya hanya separuh dari yang saya sebut waktu ditanya pak Pdt saat percakapan pastoral.

Setelah menikah, suami dan saya meninggalkan kota Bandung dan berpindah-pindah ke beberapa kota karena tugas pekerjaan.

Namun komunikasi kami dengan pak Pdt. Em. Iskandar tidak terputus. Melalui kartu Natal, doa untuk kami sekeluarga selalu beliau kirimkan via pos,  di kota mana pun kami tinggal.

Pertemuan pertama (dan ternyata merupakan pertemuan terakhir juga) setelah hampir 40 th kami tidak bertemu adalah ketika cucu beliau Andrew menikah di GKI Kayu Putih beberapa tahun sebelum pandemi.

Terimakasih Pdt Em. TS Iskandar atas pelayanan kasihnya kepada sangat banyak jemaat termasuk untuk saya dan keluarga.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai