Boksu Merawat Papah Saya

by Slamet Mustangin

Banyak pengalaman dan kenangan semasa boksu masih hidup, tangannya selalu terbuka untuk menolong orang lain, termasuk saya.

Salah satu yang tak akan mungkin bisa saya lupakan adalah perhatian boksu pada Papah saya.

Waktu itu tahun 1991, kami memutuskan untuk menetap di America, dan karena saya adalah anak tunggal, maka sayapun mengajak Papah ikut bersama kami pindah ke America. Tapi ternyata Papah tidak betah di America, tiap hari maksa minta pulang terus. Saya bingung, di Jakarta, Papah mau tinggal sama siapa ?

Sayapun menceritakan masalah saya kepada boksu dan boksu bilang, kalau Papah mau pulang dan tinggal di Indonesia, Papah boleh tinggal bersama dengan boksu dan istrinya (yang saya panggil ‘ci Kiok’, masih ada hubungan famili dengan saya).

Setelah saya pertimbangkan cukup lama  dan saya tidak melihat ada pilihan lain, akhirnya saya terima tawaran boksu. Pulang ke Indonesia, saya antar Papah ke jalan Ciung, rumah dimana boksu dan ci Kiok tinggal saat itu

Saya sangat berterimakasih kepada mereka berdua yang dengan senang hati membuka lebar-lebar pintu rumah mereka menampung Papah, sehingga di masa tuanya, Papah tidak kesepian seorang diri.

Ketika di kemudian hari papah terjatuh di kamar mandi, dan tidak bisa lagi beraktivitas seperti sebelumnya, papah tetap tinggal bersama boksu dan ci Kiok. Merekalah yang mendampingi dan mengawasi perawatan Papah, sampai akhir hidup Papah.

Terima kasih boksu. Kebaikan boksu dan ci Kiok tidak akan mungkin saya lupakan.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai