by Rudy Djayapranata
Setiap mengunjungi anak kami yang sedang kuliah di Bandung, kami sering mengunjungi Om Tjan yang kebetulan tinggalnya dekat dengan kos anak kami.
Istri saya adalah anak angkat kakak Om Tjan di Malang. Jadi hitungannya kami hanyalah keponakan angkat baginya. Namun Om Tjan memperlakukan kami tidak berbeda dengan keponakan-keponakan kandungnya. Kami merasa Om menerima kami sebagai bagian dari keluarganya.
Hari Minggu pasti kami diajak menemaninya beribadah di GKI. Sepulang dari Gereja biasanya Om minta kita menemaninya makan. Dan yang paling saya ingat Om selalu melarang kita yang membayar dan malah beliau selalu mentraktir kami. Om selalu senang melayani dan membuat orang lain senang. Apalagi kalau kerumahnya, kita harus menikmati makanan-makanan hasil masakannya dan jangan berani menolak pasti Om akan marah.
Sungguh mulia dan baik sekali perhatiannya terhadap orang orang di sekitarnya.
Kita semua sangat kehilangan.
Selamat jalan Om Tjan.
Cinta kasih dan perhatian Om akan selalu kami ingat.
Rudy & Sri
Tinggalkan komentar