“Gayus, Kamu Mau Tidak Menjadi Penatua?”

by Novarius Gayus

Dalam pandangan saya, Pdt. Iskandar adalah seorang yang sejak dulu sudah memiliki pemahaman sangat baik tentang ke Indonesiaan GKI.

Bila kita menyimak sejarah lahirnya Gereja Kristen Indonesia tentu kita akan diingatkan bahwa GKI lahir dan berkembang dari gereja kesukuan, dalam hal ini Tionghoa. Dari Tionghoa Khie Tok Kauw Hwee (Khoe Hwee Djawa Barat) berubah menjadi Gereja Kristen Indonesia (Sinode Jawa Barat). Bukan Gereja Kristen Tionghoa di Indonesia tetapi Gereja Kristen Indonesia karena menyadari bahwa mereka bagian dari Indonesia.

Hal ini ternyata dipahami dengan baik oleh Pdt. Iskandar

Suatu hari saat saya masih aktif melayani di komisi pemuda, beliau menhampiri saya dan bertanya: “Gayus, kamu mau tidak menjadi penatua?”

Saat itu memang sedang mendekati masa pencalonan penatua baru. Karena saat itu memang saya sedang getol-getolnya di pembinaan kaum muda, saya meminta untuk jangan dulu karena masih fokus di pemuda.

Tetapi sebenarnya saya sempat keheranan dengan pertanyaan beliau, karena setahu saya pencalonan tidak perlu bertanya kepada yang akan dicalonkan. Ketika keheranan tersebut saya sampaikan, Beliau menjelaskan apa yang menjadi concern beliau, di balik pertanyaan tersebut.

Terkait dengan keberadaannya yang dekat dengan berbagai perguruan tinggi, dimana banyak mahasiswa yang berasal dari luar daerah, maka GKI Maulana Yusuf menjadi GKI yang paling heterogen anggota jemaatnya.

Jadi beliau mencoba mencari calon dari suku-suku tertentu untuk dapat melayani sebagai penatua, supaya perimbangan latar belakang suku dan budaya di kemajelisan menjadi lebih berimbang.

Entah disadari oleh jemaat atau tidak, tapi itulah faktanya, Pdt Iskandar sangat memperhatikan keseimbangan suku dan budaya dari komposisi pemimpin jemaat, dalam hal ini adalah para penatua. Walaupun sebagian besar anggota penatua saat itu masih mereka yang berlatar belakang tionghoa, tetapi beliau berusaha agar berbagai suku yang ada dalam jemaat juga dapat terwakili.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai