Gurauan Yang Mengagetkan

by Pdt. Em. Suatami Sutedja

Ketika saya dan kakak saya Ibu Suwita Salim, berkunjung ke rumah Ko Tjien Tjwan. Kami terkejut menemui beliau sedang duduk di sofa sendirian dengan kedua matanya tertutup. Dalam keterkejutan menyaksikan keadaan beliau, kami menyapanya. Beliau susah payah menjawab dengan kata-kata yang terbata-bata dan tidak jelas, sehingga kami tidak mendapatkan penjelasan tentang keadaannya yang kami tanyakan. Ketika kami kebingungan dan mau menemui ART, tiba-tiba posisi duduk Ko Tjien Tjwan berubah, dan dengan suara keras dia berseru, “Haaaa!”

Matanya dibuka dan dengan terbahak-bahak, beliau mengejek kami yang berhasil dikelabuinya. Hal tersebut dilakukannya karena ingin tahu bagaimana reaksi kami melihat dirinya yang  terkapar tak berdaya demikian.

Pengalaman yang tak terlupakan. Gurauan yang mengagetkan yang baru sekali itu saya alami. Setelah kakak saya dan saya ngomel-ngomel atas gurauan itu, kami ngobrol seperti yang biasa kami lakukan. Sampai tiba waktu makan siang, seperti biasa juga Ko Tjien Tjwan mengajak kami ke meja makan dan di sana sudah tersedia makanan yang beliau masak sendiri.

Catatan Mama:

Ada salah satu teman mama yang engga kenal Opa, tapi segereja sama oma Swat yang menulis cerita ini. Dia bilang, di gereja, Opa sempet populer sebagai “pendeta yang suka nge-prank” 😀😀. Supaya lebih kerasa aura nge-pranknya si Opa, silahkan Edo dan Ade langsung baca tulisan kak Adrian The Simple yet Meaningful Touch”. Disitu terselip cerita tentang oma Swat, untuk ke 2 kalinya jadi korban prank nya Opa, ampuuun deh … Untung oma Swat gak marah ya.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai