HUT

by Lili Wurjani

Sejak kami kecil sampai kami setua ini, HUT saya dan adik saya selalu penting buat  papi. HUT kami sampai berusia 10th hampir selalu dirayakan, sederhana tapi berkesan dan seru.

Papi mendesain sendiri kartu undangan dengan gambar yang unik dan lucu untuk dibagikan kepada anak2 tetangga atau teman2 sekolah.

Malam sebelum HUT, saat saya terbangun, saya lihat papi sibuk meniup balon2, membuat slinger2 dari kertas krep warna warni dan menggantungnya di plafond ruang makan. Dibantu mami yang membuat topi2 kerucut & keranjang2 mungil. dari karton dan kertas krep untuk diisi permen dan coklat.

Papi jail juga, ada beberapa balon yang diisi potongan kertas kecil2 warna warni, nanti waktu ada orang di bawahnya, balon itu akan ditusuk jarum sehingga bunyi balon meletus dan isinya yang bertaburan mengejutkan orang2.

Kenangan ini di kemudian hari menjadi inspirasi  untuk  memeriahkan HUT anak2 / cucu kami.

Waktu kami sudah dewasa, tidak serumah lagi dengan papi, HUT kami juga tidak pernah terlewatkan, papi selalu menyempatkan diri datang ke rumah kami masing2.

Setelah kami semua tinggal di Jakarta, setiap tahun papi tetap harus selalu datang pada HUT kami, untuk bertemu, memberi selamat, membawakan masakan2 khasnya, mendoakan & makan bersama..

Bahkan HUT saya awal bln Januari 2022 yang lalu, papi juga sudah berencana mau ke Jakarta. Tapi papi batal berangkat, karena merasa kurang enak badan dan takut kelelahan di perjalanan.

Sebaliknya, kami tidak pernah membuat acara untuk HUT papi.

Setiap tahun Papi selalu sudah menyiapkan sendiri acara HUTnya dengan lengkap dari jauh hari dan kami tinggal datang seperti tamu2 lainnya. Tamunya selalu banyak dan kadang terus berdatangan dari siang sampai malam.

Pernah saya hitung ada 12 macam makanan yang disiapkannya, sungguh mengherankan bagaimana semua bisa siap pada waktunya.

HUT papi terakhir ke 89 tahun tanggal 15 November 2021, beberapa keponakan papi khusus datang ke Bandung, memberi kejutan. Papi senang sekali, sudah lama tidak bertemu dan sudah  hampir 2 tahun terakhir sejak pandemi papi terpaksa harus di rumah terus, kesepian dan jarang sekali ketemu orang banyak.

Kartu yang dilampirkan pada paket nasi kuning yang dikirimkan kepada keluarga di Malang dan Surabaya

Untuk pertama kalinya saya tiba-tiba ingin membuat sedikit acara untuk HUT papi. Terinspirasi dari acara bulan keluarga GKI Maulana Yusuf, Oktober 2021, dimana para manula mendapat kiriman nasi tumpeng mini dan kemudian makan bersama serta saling menyapa, via zoom, maka dengan bantuan keluarga dari Malang dan Surabaya, akhirnya papi berhasil  bertemu via zoom dengan keluarga besarnya bahkan dengan cucu-cucu keponakan yang ada di luar negeri, yang berbeda-beda waktunya, Di Bandung kami makan tumpeng bersama, sementara untuk keluarga di Malang dan Surabaya, kami kirimkan paket nasi kuning untuk dimakan bersama. Bagi saya, itu adalah kali pertama dan terakhir saya mengadakan acara untuk HUT Papi

“If there ever comes a day when we can’t be together, keep me in your heart. I’ll stay there forever.” – Winnie the Pooh

Goodbye papi “I’ll keep you forever in my heart.”

Ulang Tahun Papi ke 89 ,,, itulah kali pertama dan terakhir saya mengadakan acara untuk HUT Papi.
Saat karnaval, saya memakai kostum penari Bali, keseluruhannya buatan tangan Papi

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai