Ingat Kamu Nanti Juga Menjadi Tua

by R Urip Pramono

Pdt Em TS Iskandar almarhum adalah seorang pribadi yang layak diteladani karena dia sangat meneladani Tuhan Yesus.

Saya mengenal dan berhubungan dekat dengan beliau sejak tahun 1978 dan pertemuan kami terakhir kalinya adalah hari Minggu – 3 hari menjelang beliau dipanggil Tuhan.

Sebagai hamba Tuhan, dalam pelayanannya selalu memikirkan masalah jemaat, termasuk memikirkan perawatan terhadap jemaat lansia, diwujudkan dengan ide cemerlang untuk membangun wisma lansia yang diungkapkan beliau pada saat kami sama-sama hadir dalam sidang DGI di tahun 1978 (beliau menyampaikan gagasan membangun wisma untuk lansia di luar sidang pleno).

Saya ingat sekali, saat itu Pdt TS Iskantar mengutarakan latar belakang dari  keinginannya tersebut adalah berdasarkan pengalaman pastoral ke jemaat terutama keluarga muda, yang mengalami kesulitan melayani, mendampingi dan merawat orang tua mereka, karena kesibukan pekerjaan, dan juga kurangnya pengetahuan  bagaimana menghadapi lansia.

Saya ikut mendukung ide beliau dan saya menyarankan supaya ide itu disampaikan ke majelis Gereja, tetapi karena saat itu Jemaat sedang membangun gedung gereja, maka ide Pdt TS Iskandar untuk membangun wisma lansia belum mendapat tanggapan serius.

Sayapun menjadi saksi, bagaimana Pdt TS Iskandar tetap berjuang untuk mewujudkan gagasan tersebut.   

Selain kagum pada kegigihannya agar gereja memiliki Wisma lansia, saya juga kagum dan salut terhadap sikap beliau dalam  menghadapi masalah besar maupun kecil.

Walaupun banyak tantangan dan kesulitan, dia tetap  berupaya dengan sepenuh hati. Soal sikap lingkungan yang kurang mendukung, sulitnya perijinan, pengadaan lokasi dll, dia  selalu diskusikan dan minta masukkan dari saya.

Jawab saya kita harus tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular.

Nampaknya jawaban saya memberi semangat  untuk beliau mencari pendukung baik dari sahabat maupun jemaat.

Bersama panitia, kami berjuang terus; termasuk dalam menggalang dana, sehingga akhirnya berkat Tuhan pula tercapailah cita-cita beliau membangun wisma untuk lansia yang diberi nama Wisma Manula Dorkas..Berselang beberapa tahun, Pdt TS Iskandar meminta saya terlibat dalam pelayanan di Dorkas, dan itu masih berlanjut sampai sekarang..

Semoga kita dapat melanjutkan perjuangan beliau sampai seterusnya Wisma Manula Dorkas dapat menjadi berkat bagi para lansia yang membutuhkan..              

Yang masih hangat di ingatan saya, di hari-hari menjelang beliau dipanggil Tuhan Yesus adalah beliau bilang melalui WA, perutnya sakit, dan beliau kehilangan 2 buah arlogi/jam tangan, karena lupa mengunci kamar, lalu mengakhiri WAnya dengan tulisan : ‘Semoga menjadi berkat buat yang mengambil’.

Sungguh ungkapan iman  yang luar biasa.

Saya juga selalu ingat pesannya untuk saya dalam melayani orang tua di Wisma Manula Dorkas dengan kasih, katanya : “INGAT KAMU NANTI JUGA MENJADI TUA !”

Sebelum putus komunikasi dengan saya, beliau mengirim WA bernada tanya :

“HARI INI ACARA APA ??”

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai