by Sannyo M Galingging
Oom Iskandar atau Oom Is atau Boksu panggilan akrab kita-kita Remaja GKI Juanda waktu itu, adalah seorang pendeta yang sangat disiplin, tegas dan tepat waktu.
Beberapa kali kena omelan karena ngobrol dengan temen yang duduk di sebelah ketika mengikuti Katekisasi, kini menjadi kenangan manis bagi saya. Ngobrolnya pake kertas padahal. Surat-suratan, heran .. Oom bisa tau aja.
Saya banyak belajar bagaimana tetap hidup dalam Yesus melalui pelajaran katekisasi yang dibimbing oleh Oom Is dan juga dari uraian Firman Tuhan dalam khotbah-khotbahnya, yang sangat back to bible.
Ruang konsistori di Jl. Geusanulun selalu hiruk pikuk karena kehadiran saya dan teman-teman.
Kami baru sadar, keributan kami sangat mengganggu ko Jefta dan ka Noldy (petugas pastori yang sedang bekerja) kalau kami mendengar suara mobil om Is memasuki pastori… Kalau sudah begitu, langsung Pastori mendadak hening 😂
Oom Is tidak perlu mengeluarkan kata-kata, kharismanya saja sudah cukup untuk membuat keributan mereda.
Dan satu lagi yang berkesan buat saya dan banyak teman-teman remaja/pemuda jaman itu. Setiap datang di acara-acara yang diadakan di Dago Pojok, Oom dan Tante selalu menghidangkan makanan, hasil masakan tante alm. Rasanya luar biasa enak.
RIP Oom Iskandar bersama Bapa Surgawi.
Tinggalkan komentar