Kompor dan Meja Makan Warisan

by Irma R.S.

Pdt Iskandar adalah pribadi yang baik, saudara kami terkasih yang senang bercerita.

Kami ( Rudy & Irma) memanggil nya CIHU, karena beliau juga menyebut dirinya Cihu. Hal ini karena memang Rudy, suami saya almarhum, adalah adik sepupu dari istri beliau, dan sesuai adat dalam keluarga Chinese, suami dari kakak perempuan harus kami panggil dengan sebutan Cihu.

Beliau sering mengajak kami makan, kami janjian  ketemu di tempat makan.

Beliau datang selalu pakai topi yang khas seperti topi orang Belanda.

Kami biasa nya makan di Cafe Bali jalan Riau, RM Swike Jatiwangi, Cafe Rasa jalan Tamblong.

Kami juga sering ke rumahnya di jalan Ciung, baik sebelum dan sesudah istrinya terkasih (sepupunya Rudy) berpulang ke rumah BAPA di Surga.

Terkadang beliau juga datang ke rumah kami membawa pisang goreng atau sup tomat buatan sendiri  diantar oleh supirnya. Kami banyak sekali berbincang tentang kehidupan, tentang keluarga, cerita saudara-saudara  lain yang sudah lama tidak bertemu.

Waktu beliau mau pindah ke jalan Ciumbuleuit kami ditelepon disuruh datang ke rumah beliau di jalan Ciung untuk mengambil kompor dan meja makan.

Sampai sekarang kami masih memakainya dan menjadi kenangan.

Begitu banyak kenangan manis yang kami alami bersama beliau.

Selamat jalan Cihu TJIOE TJIN TJWAN…kami selalu mengenangmu…

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai