by Ai Musliati Moestopo
Hal menarik dan selalu saya ingat mengenai Pdt. Iskandar adalah minat dan dedikasi beliau berdasarkan cita rasa seni yang kental.
Kala saya masih di Komisi Remaja, beliau adalah salah seorang yang (mungkin paling) aktif di belakang layar pada penyelenggaraan drama Natal dan Paskah di GKI Juanda Bandung.
Beliau terjun langsung dalam pembuatan properti drama, mulai dari setting latar belakang hingga kostum beserta pernak-perniknya.
Di hari pertunjukkan beliau tidak jarang ikut dalam merias para pemain drama.
Tampak beliau begitu menikmati kegiatan tersebut.
Pengalaman yang saya ingat dan cukup menyentuh adalah waktu ada drama pendek di suatu acara Komisi Remaja. Kala itu beliau membubuhkan bedak talkum bayi pada rambut saya dan sedikit menatanya untuk memberikan kesan uban. Saat itu saya yang siswa SMA memerankan seorang ibu yang anak-anaknya sudah beranjak remaja dan dewasa.
Percaya atau tidak, sampai sekarang saya selalu mengingat hal itu pada waktu membubuhkan talkum pada aktivitas keseharian saya.
Aduh…. Saya sendiri jadi terharu wkt menuliskan cerita ini …
Ingat Pdt Iskandar yang punya peran sentral pada kehidupan saya pribadi dan keluarga besar maupun keluarga kecil saya …
Tinggalkan komentar