by Teten Herawaty
Saya mulai kenal Pdt. Iskandar pada bulan April tahun 1983 waktu beliau membaptis anak pertama.
Boksu begitu perhatian terhadap jemaat dan selalu menyapa dengan ramah setiap jemaat , biarpun soal prinsip Boksu terkenal sangat disiplin dan galak.
Semenjak Boksu pensiun, hampir setiap minggu kami bertemu di kebaktian Bahureksa (pos GKI Maulana Yusuf). Setiap hari Minggu pertama, biasanya Boksu membawa sup merah buat disantap bersama oleh semua jemaat yang ikut kebaktian di Bahureksa.
Ibu saya senang sama Boksu yang selalu ramah menyapa dan bercakap-cakap dalam bahasa Chinese.
Sejak Pademi kami hanya bisa berhubungan lewat WA saja, dan saya salut di umur yang cukup lanjut, Boksu masih bisa WA dengan jemaat-jemaat GKI MY dan juga masih rajin masak untuk dibagi-bagi.
Kita akan selalu mengenang Boksu sebagai teladan buat kita semua , kiranya kita bisa menjaga GKi MY tetap utuh dan bersatu.
Selamat Jalan Boksu , telah tenang ketemu tante dan Tuhan di surga
Amin
Tinggalkan komentar