by Santy Handojo
Kami mengenal diri nya beberapa puluhan tahun yang lalu sewaktu kami masih tinggal di Jakarta.
kadang, se waktu Oom Iskandar datang ke Jakarta, dan menginap di rumah kami, kami mengingatnya sebagai orang yang ceria, menyenangkan, dan senang berkumpul.
Dia sering tersenyum dan tahu banyak segala hal yang dapat diceritakannya.
Di tempat kami Oom Iskandar suka memasak untuk kami.
Dia membuat versi masakannya sendiri yang dihidangkan untuk dimakan bersama.
Saya menulis kenangan ini atas nama Keluarga Handojo. Kami 4 bersaudara.
Semua ingat tentang diri Oom Iskandar.
Puluhan tahun yang lalu papi kami adalah juga teman Oom Iskandar,mereka memiliki studi yang sama, profesi yang sama; Pendeta.

papi kami (Pdt Lukito Handojo)
Setelah orang tua kami meninggal, hubungan kami dengan Oom Iskandar sempat terputus. Saya senang karena setahun yang lalu komunikasi saya tersambung lagi dengan Oom Iskandar, semua ini karena usaha beliau mencari jejak keberadaan kami, anak-anak sahabat lamanya
Sampai hari-hari terakhir saya bersyukur masih sempat berkomunikasi dengan Oom Iskandar melalui WA. Saya senang bisa mengenalnya. seseorang yang memiliki pandangan positif tentang kehidupan. Dan saya pun tidak akan pernah melupakan senyum dan tawanya.
Selamat Jalan Oom Iskandar.
Oom Iskandar adalah Anugrah dari Tuhan.
NUSANDITO.
Tinggalkan komentar