Opa Selalu Ada Buat Saya

by Arya Nugraha

Waktu Wisuda SD, mama dan papa tidak bisa hadir karena ada seminar di luar negeri. Walaupun hanya wisuda SD, pasti sedih membayangkan tidak ada seorangpun yang hadir untuk saya, Untung ada Opa yang bersedia hadir mendampingi saya.

Saya juga pernah sakit typhus dan harus diinfus di rumah, lagi-lagi pada saat mama dan papa sedang ada seminar di luar negeri, saya tidak bisa lupa, bagaimana Opa menjaga dan mengganti infus saya setiap hari.

Kenangan lain tentang Opa adalah saat di sekolah ada pertunjukan dengan thema dari sebuah rhymes berjudul “Down By The Bay” (rhymes terlampir). Saat itu saya sudah tinggal di Jakarta, tetapi opa masih mau bantu menyediakan kostum dan perlengkapan lainnya untuk menunjang acara tersebut.

Waktu itu saya kebagian peran sebagai ‘a goat rowing a boat’.

Opa membuatkan saya topeng dari karton wajah kambing bertanduk yang dilukis dengan ekspresi sangat detail dan warna cat yang bagus, benar-benar mirip muka kambing. Terus dayung perahunya dibuat dari bekas gagang pengki (serok sampah) dibungkus karton, bagian ujungnya diberi bentuk telapak dayung dan dicat dengan tekstur kayu yang bagus sekali benar-benar seperti dayung yang terbuat dari kayu. Yang paling keren & mengejutkan itu perahunya, Opa  membuatnya dari  bak mandi bayi, milik adik saya Reza. Bak mandi tersebut dibalut dengan karton ber tekstur cat perahu kayu dan hasilnya benar-benar seperti perahu. Semua yang dibuat Opa membuat guru dan teman-teman saya surprise dan senang, dan membuat saya merasa sangat bangga.

Saya juga selalu kangen sama masakan Opa, setiap ke  Bandung Opa paling sering membuatkan nasi goreng atau bubur ayam untuk sarapan, saya tidak pernah bosan dan tidak bisa berhenti menambah  porsinya.

Goodbye Opa

You will be greatly missed, your wisdom and love will continue to guide throughout my life.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai