Ubi Cilembu Untuk Bapak

by Samuel Sugino

Saya kenal dengan bapak Iskandar lebih dari 40 tahun yang lalu, waktu saya masih bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga ibu Lian., yang adalah kawan bapak Iskandar. Bapak Iskandar membuat saya kagum, karena setiap bertamu ke rumah majikan saya, beliau selalu menyapa saya juga, padahal saya hanya seorang pembantu.

Awalnya saya adalah seorang Muslim. Tahun 1982 saya belajar agama Kristen melalui katekisasi yang dipimpin bapak Iskandar. Sebelum saya dibaptis, Bapak Iskandar menasihatkan, agar saya memberitahu ibu saya perihal keinginan saya menjadi orang Kristen. Saya menuruti nasihat itu, dan pulang ke kampung saya di Tegal. Ibu saya merestui niat saya, yang penting saya jadi orang baik katanya. Setelah itu saya kembali ke Jakarta dan dibaptis oleh bapak Iskandar. Nama saya menjadi Samuel Sugino, tetapi panggilannya tetap Gino saja.

Setiap tahun bapak Iskandar selalu memberikan saya kain bahan untuk celana panjang sebagai hadiah Natal.

Beberapa tahun kemudian, saya bekerja sebagai OB di GKI Maulana Yusuf, sampai saya pensiun. Kemudian saya menjadi OB di GKI Guntur.

Di GKI Guntur saya pernah berjumpa dengan jemaat GKI Maulana Yusuf, yang bertanya ; “Oh Gino sudah tidak di GKI Maulana Yusuf ? Gajinya lebih besar disini ya ?” Saya bilang ; “Saya pindah bukan karena gaji, tapi karena di Maulana Yusuf, saya sudah tidak dipakai lagi”. Saya terima pekerjaan dari GKI Guntur, karena saya masih butuh uang untuk biaya hidup keluarga. Hal-hal seperti itulah yang seringkali membuat saya tidak berani mendekati orang-orang berada, takut dicurigai saya mau minta uang.

Bapak Iskandar berbeda. Walaupun saya orang rendahan, tetapi beliau tidak curiga kepada saya. Kalau saya berkunjung, biasanya bapak Iskandar bertanya : “Apa yang saya bisa bantu, Gino ?” Saya bilang, saya cuma mau nengok bapak.

Terakhir berkunjung sebelum Covid, saya membawakan ubi Cilembu untuk bapak Iskandar.

Saat bapak Iskandar meninggal, saya datang untuk memberikan penghormatan saya yang terakhir kepadanya.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai