by Linda Sunotoredjo
Sup merah …
Macaroni schotel …
Rawon buntut …
Pudding Coklat …
Itulah menu2 makanan yang sering dikirimin oleh Oom Pendeta ke rumah kami di Wastukencana. Soal rasa jangan ditanyakan lagi, karena semua orang sudah tahu kalau masakan Oom Pendeta selalu yang terbaik.
Pertemanan Oom Pendeta dengan mami papi sangat kental. Gimana ga kental, karena pernikahan mami papi yang tahun ini harusnya memasuki ke 55 tahunpun, dahulu di tahun 1967 diberkati oleh Oom Pendeta.
Bersyukur ketika kami merayakan golden wedding anniversary tahun 2016 pun, Oom Pendeta hadir dan masih memimpin doa untuk mami papi.
Bayangkan 55 tahun mereka lalui bersama, cerita tentang menyekolahkan anak, menikahkan anak, menimang cucu, menceritakan keberhasilan cucu2nya .
Kisah tentang suka duka mereka membangun GKI Maulana Yusuf dan Yayasan Manula Dorkas, rapat rutin setiap hari Sabtu sore sampai malam hari, pengumpulan dana yang butuh iman sepenuh hati, semua mereka lakukan dengan sukacita.
Tanggal ulang tahun mami papi, Natal, Paskah dan masih banyak hari hari bersejarah lainnya yang Oom Pendeta selalu ingat dan hadir dalam keluarga kami.
Menjadi pasien yang setia, teman berkelahi, teman sehobi pencinta tanaman, orang yang selalu dicari dalam setiap kejadian suka dan duka, itulah Oom Pendeta di mata mami dan papi.
Buat kami Oom Pendeta sudah menjadi bagian dari anggota keluarga kami, karena beliau kenal semua keluarga besar kami.
Papi pulang duluan ke rumah Bapa di Surga, dan ternyata Oom Pendeta sangat kehilangan salah satu sahabat, jemaat dan dokter pribadinya.
Kami ga menyangka ternyata sedekat itu hubungan mereka selama ini.
Dan ternyata 6 bulan kemudian oom Pendeta menyusul papi pulang ke rumah Bapa di Surga.
Selamat jalan Oom Pendeta Iskandar
Goede Reis Boksu Tjioe
Bandung, 20 Januari 2022
Linda Sunotoredjo

Foto sumbangan dari Lydiana, istri Christianto BS,
dengan keterangan : “2 orang yang mengasihi Chris”


Tinggalkan komentar