Setia Menyapa Dan Memperhatikan

by Hastari Soekardi

Sejak SD, saya sudah biasa mendengar kotbah Pendeta TS Iskandar, karena saya suka ikut bapak ibu ke GKI Dago.

Berbeda dengan kebaktian Sekolah Minggu, kebaktian di gereja itu durasinya lama dan kami harus diam tenang, maka kadang saya tertidur di gereja. Saat keluar gereja saya takut pendeta marah, tapi Pendeta TS Iskandar tetap menyapa dan menyalami kami satu persatu.

Saat aktif di Komisi Remaja thn 1978 sampai thn 1983 saya lebih intens mendengarkan kotbah-kotbah beliau baik di gereja maupun retret.

Beliau selalu mengajak saya aktif ikut kegiatan pelayanan, rajin menyapa dan konsisten memberitakan kabar baik.

Saat saya katekisasi beliau selalu memperhatikan saya saat pulang dengan motor, selalu mencarikan teman untuk mendampingi pulang ke rumah, karena sering selesainya diatas jam 19..sampai sedemikian besar perhatian beliau.

7 thn kemudian saat ibu saya (yang sebelumnya adalah seorang Muslim) ikut katekisasi…beliau juga sangat perhatian dan sabar menjawab keingintahuan ibuku akan jalan lurus, keselamatan melalui iman pada Yesus, bahkan sampai beliau pensiun…masih tetap menyapa kami dengan kiriman masakannya, ajakan untuk sekedar jalan-jalan bersama ibu saya (ibu Hartati Soekardi)  dan Pdt Wibanu (Guru Sekolah Minggu saya di Mustopo), setia dan selalu menyapa dan memperhatikan…itu kenangan saya kepada beliau

Dari saya.. dr Hastari Soekardi Sp.N, Neurolog RSUP Fatmawati , anggota komisi remaja 1978 -1983 yang aktif di vocal grup dan majalah Ichtus, katekisan thn 1983, anak dr bpk Soekardi dan ibu Hartati Soekardi.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai