by Lanny Handali
Pdt T.S. Iskandar, atau yang biasa kami panggil sebagai boksu Tjioe atau Oom Tjioe adalah sosok yang kalem, yang berpenampilan rapi dan yang banyak memberikan perhatian kepada orang lain.
Sebagai gembala sidang, bisa dilihat bahwa Firman yang dibawakannya dalam khotbah, telah dipersiapkan dengan baik dan dibawakan secara sistimatis. Oom Tjioe juga rajin mengunjungi jemaat yang sedang sakit, memberi wejangan2 membacakan Firman dan mendoakan mereka sebelum pulang.
Karena saya tidak berdomisili di Indonesia, maka kalau saya sedang berkunjung ke Bandung untuk menengok orang tua dan saudara2, saya mengunjungi Oom Tjioe juga terutama pada waktu Oom Tjioe masih tinggal di jl Ciung 10. Beberapa hari setelah kami mengunjungi Oom, kami dikirimi makanan yang enak hasil masakan Oom sendiri. Itu dilakukan Oom hampir setiap kali saya ke indonesia.
Anak2 dan suami saya yang pada suatu saat datang ke Indonesia, juga sempat menikmati masakan Opa Tjioe atau Opa boksu (itu sebutan anak2 untuk Oom Tjioe). Karena anak2 suka sekali dengan masakan diberikan, maka saya menanyakan resepnya. Sesampainya dirumah, saya sempat mencoba membuat makanan tsb (ada keju dan kentangnya, mirip aardappelschotel), tapi apa boleh buat, resep boleh sama, tapi tangan yang berbakat tetap tidak dapat ditandingi 🙂
Waktu Oom Tjioe dan Davy sekeluarga ikut trip ke Canada, Oom sempat menelpon saya. Sayangnya kami tidak sempat bertemu karena Oom dan Davy sudah harus berangkat pada pagi harinya.
Seperti itulah perhatian Oom Tjioe, sebagai salah satu contoh (dari banyak perhatian lain yang diberikan) yang tentunya bukan hanya kepada saya, tetap juga kepada banyak orang/jemaatnya bahkan kepada orang tua dari jemaat Oom. Tidak jarang Oom Tjioe mengunjungi orang tua dan kakak saya dan mendoakan mereka.
Saya percaya, banyak orang sudah diberkati oleh Oom Tjioe, baik melalui Firman yang dibawakan melalui khotbah di gereja, oleh perhatian Oom, wejangan2 yang diberikan, doa2 yang dipanjatkan dan tidak kalah pentingnya, dengan masakan yang enak rasanya yang dibuat oleh Oom sendiri. Oom Tjioe telah memakai talenta yang diberikan Tuhan untuk memberkati orang lain.
Tinggalkan komentar