by Edwin Nugraha
Nama saya Edwin. Saya diberi kepercayaan oleh dr. Andito untuk merawat 7 aquariumnya yang semuanya ada di rumah beliau, di jalan Ciumbuleuit. Dr. Andito beserta keluarga sendiri tinggal di Jakarta. Mereka ke rumah ini, hanya untuk mengunjungi bpk Pdt Iskandar, mertua dari dr. Andito, yang memang tinggal di rumah tersebut, sehingga praktis Edwin lebih sering bertemu dengan pak Iskandar ketimbang dr. Andito sendiri.
Sepanjang Edwin bekerja, sesekali pak Iskandar menyapa dan mengajak Edwin bercakap-cakap.
Terutama saat Edwin mengurus 2 akuarium yang terletak di teras belakang, tempat dimana pak Iskandar biasa duduk-duduk minum teh atau kopi sambil membaca koran. Beliau selalu mengajak Edwin ngobrol dengan ramah, menanyakan keadaan Edwin dan keluarga Edwin.
Tidak pernah lupa juga, beliau minta mas Abdul, asistennya untuk menyajikan snack dan kopi untuk Edwin.
Untuk mengurus 7 buah akuarium diperlukan waktu yang tidak pendek * Otomatis kalau tidak ketemu jam makan siang, ya pasti ketemu jam makan malam. Dan saat-saat jam makan seperti itu, pak Iskandar selalu mengajak Edwin ikut makan semeja dengannya.
Edwin sebenarnya merasa malu dan tidak enak hati, tapi pak Iskandar selalu memaksa, beliau bilang : “Ayo Edwin, saya tidak masak. Makan seadanya saja.” Di meja makan itu, kami berdiskusi tentang beraneka topik, agama, politik, ikan dan sebagainya. Kalau makanan tidak habis, biasanya pak Iskandar akan minta mas Abdul membungkusnya untuk Edwin bawa pulang, katanya : “Di sini gak ada lagi yang makan !”
Ada kejadian mengagetkan … pada suatu hari pak Iskandar memperkenalkan Edwin sebagai “anak angkat” kepada teman-temannya yang kebetulan berkunjung saat Edwin sedang bekerja.
“Ini Edwin, anak angkat saya.”
Aduh, Edwin malu sekali mendengarnya, bagaimana kalau hal ini sampai terdengar oleh ko Davy atau ci Lili ?
Kuatir mereka salah sangka, sejak saat itu, Edwin berusaha menjaga jarak dengan pak Iskandar. Terutama kalau sedang ada orang lain, Edwin berusaha menghindar. Untungnya akuarium di rumah ini ada banyak, jadi kalau tamu-tamu sedang ramai, Edwin bisa memilih mengerjakan akuarium yang tidak ada di area publik. Akuarium di kamar anak, atau akuarium di garasi, ya yang mana sajalah, yang penting Edwin bisa bersembunyi dari pak Iskandar.
Edwin tidak tahu, apakah pak Iskandar menangkap perubahan sikap Edwin, tetapi sepertinya tidak …
Beliau tetap mengajak Edwin makan siang atau makan malam, tetap menyediakan snack dan kopi, tetap sesekali membekali Edwin dengan makanan-makanan untuk Edwin bawa pulang, dan tetap ramah mengajak Edwin bercakap-cakap.
Tapi rasa malu setelah diperkenalkan sebagai anak angkat, membuat Edwin suatu hari ditegur dengan cukup keras oleh pak Iskandar.
Saat itu jam makan siang, seperti biasa pak Iskandar mengajak makan. Ternyata pak Iskandar tidak sendiri. Ada Rena, keponakan dr.Andito ikut makan juga.
Kebetulan juga saat itu Edwin masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, maka cepat-cepat Edwin habiskan makanan, kemudian pamit untuk melanjutkan pekerjaan, sementara pak Iskandar dan Rena belum selesai makan.
Tanpa basa-basi, tiba-tiba pak Iskandar bilang : “Tidak sopan! “
Kaget Edwin (dan Edwin sempat melihat, Rena juga kaget). Langsung Edwin duduk kembali dan diam di meja. Setelah pak Iskandar sudah menghabiskan makanannya, baru Edwin pamit bekerja lagi, dan pak Iskandar mengijinkan.
Sejak kejadian kena semprot itu, Edwin kalau makan temponya diperlambat, mengikuti tempo makan pak Iskandar (kalau Edwin habis duluan, lalu nambah, kan malu 😊), dan kalau sampai tetap Edwin selesai duluan, ya Edwin tetap duduk sambil mengajak pak Iskandar ngobrol seputar topik keluarganya, diputar dari ci Lili, ko Davy, cucunya.
Yah sebetulnya masih banyak cerita Edwin tentang pak Iskandar, tapi Edwin terbentur waktu, gak bisa nulis lama-lama, ini juga nyambi ganti air aquarium.
Intinya bagi Edwin, pak Iskandar adalah orang baik yang penuh perhatian kepada Edwin.
*Dr. Andito sangat peduli kepada perawatan aquariumnya. Segala sesuatunya harus yang terbaik. Sekalipun, tidak setiap hari dipandang, tapi setiap kali beliau berkunjung, maka beliau akan memeriksa semua akuarium satu persatu diperhatikan secara detail.
Oleh karena itu Edwin juga selalu berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Ganti tanaman, ikan, filter dll.
Tinggalkan komentar