by Bambang Tjahjono
Pdt Iskandar, demikian aku memanggilnya dan setelah beliau emiritus aku menggantinya dengan sebutan Pak Iskandar. Aku mulai dekat dengan almarhum saat aku menjadi Penatua th 1990 .
Karena aku ex aktivis di komisi Remaja / Pemuda, maka aku sedikit banyak tahu tata cara liturgi yang berlaku di gerejaku. Tetapi banyak penatua baru seangkatanku waktu itu yang menjadi penatua tanpa pernah terlibat sebagai aktivis komisi sebelumnya. Akibatnya ada tata cara di liturgi yang belum mereka kuasai, salah satunya adalah cara berdoa.
Misalnya saat mereka harus memimpin doa persembahan di dalam kebaktian, mereka mendoakan juga hal-hal lain di luar persembahan, bahkan ada yang membawa / mengulang isi kotbah dalam doa persembahan mereka.
Tapi Tuhan selalu berkarya lewat anak anak-anak NYA .. suatu saat Pdt Iskandar membuat buku panduan bermacam-macam doa yang umum dipanjatkan kaum Nasrani, misal doa persembahan, doa di kebaktian duka, doa saat menjenguk orang sakit, doa di acara pengucapan syukur dll. Boleh dibilang sangat lengkap dan dengan susunan kata kata yang sederhana, singkat tapi jelas maknanya.
Demikianlah akhirnya sampai lebih dari 10 tahun buku pintar itu menjadi pegangan dalam berdoa bagi para penatua baru di gerejaku.
Dengan buku pintar cara berdoa yang benar karangan pdt TS Iskandar semua penatua baru menjadi percaya diri bila disuruh memimpin doa dalam setiap acara, karena tinggal melihat buku pedoman doa tersebut sebagai referensi.

Tinggalkan komentar