Jadi Pemburu Pencoleng 

by John Panuluh

Kurang lebih 20 tahun yang lalu, saya pernah menjadi pemburu pencoleng,

Mau tahu kisahnya?

Ikuti cerita saya di bawah ini:

Waktu itu, Pdt. Em.TS Iskandar berkunjung ke rumah Pdt.Em.Suatami Sutedja di Jalan Taruna di Rawamangun, Jakarta Timur dan saya diundang untuk turut hadir untuk ikut berbincang-bincang meramaikan suasana.

Ketika berada di dalam ruang tamu, saya melihat keluar rumah. Kelihatan mobil Pdt. Is, yang diparkir di luar dimasuki orang dan mengambi tas yang terletak di dalam mobil! Saya bergegas keluar dan mendekati mobil Pak Is, orang itu rupanya telah sempat mengambil tas pak Is dan bersiap berlari pergi! Reflex saya mengejarnya sambil berteriak “Hai, maling!” Pencoleng itu berlari lebih kencang, sayapun terus mengejar sambil tetap berteriak “ Hai Hai, maling!! Maling!! Maling !!”.

Tiba-tiba, pencoleng itu membuang tas Pak Is ke belakang, sambil berlari lebih cepat lagi! Rupanya dia takut tertangkap oleh saya yang berlari  di belakangnya!

Lomba larinya berhenti, saya mengambil tas Pak Is yang dibuang di jalan, yang ditinggal pencoleng yang rupanya menyangka saya pelari cepat Asian Game!

Saya balik ke rumah Ibu Suatami dengan menenteng tas Pak Is sambil ngosngosan!!

Saya disambut Pak Is yang tersenyum karena tasnya terselamatkan!

Beberapa waktu kemudian saat Pak Is kembali ke Jakarta beliau membawa kado untuk saya yang telah menyelamatkan tasnya! Mau tahu apa isi kado tersebut ? Ternyata baju daster untuk istri saya!! (Ngak salah bawa Pak Is???? Just kidding!)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai