by Fanny Dinah Naomi
Di antara sekian banyak kenangan indahku tentang Om Tjan, terselip kenangan masa kecil yang sebenarnya bisa dibilang kenangan yang tidak menyenangkan.

“Kenangan kalau Om Tjan datang di saat aku besok ada ulangan”
Dia akan menemani aku belajar, sampai ….. sampai aku bisa !!!!!”
Pertama kali dia menemani aku belajar dan bertanya : “ngantuk ?”, cepat kuanggukan kepalaku. Kupikir anggukanku akan membebaskan aku dari siksa belajar ini ……Tapi aku keliru, Om Tjan tidak menyuruh aku tidur. Dia cuma bilang : “cuci muka dulu”
Sebagai anak kecil, saat itu aku merasa jengkel sekali. Kenapa sih Om Tjan ini ?
Mamiku aja ga pernah perduli aku mau ada ulangan apa, dapat nilai berapa … yang penting tidak tinggal kelas, wes .. sudah cukup.
Lah kok ini adiknya (Om Tjan adalah adik bungsu mamiku) ngurusi aku belajar sampai segininya 🤯
Lama berselang setelah aku dewasa dan merasakan asam garam dunia, aku baru menyadari, kalau bukan karena didikan Om Tjan di masa kecilku, belum tentu aku bisa menjadi seperti aku sekarang ini.
Setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepadaku, sekecil apapun itu, selalu aku tunaikan dengan bersungguh-sungguh, sampai tuntas.
Terimakasih Om Tjan.

Tinggalkan komentar