by Drg. Harjono Kusumo
Pdt. Iskandar (saya biasa memanggilnya dengan sebutan Oom) adalah teman sekolah mamiku di Malang. (Pernah berpasangan sebagai Maria dan Yusuf dalam satu pertunjukan drama).
Saya sendiri baru mulai dekat dengan beliau saat kuliah di UnPad. Om Iskandar adalah orang yang menyenangkan, bisa membawa diri, pandai bergaul, sehingga walaupun secara umur kami terpaut jauh, tapi tidak jadi masalah. Kadang hunungan kami seperti hubungan ayah dan anak, kadang ya seperti dua orang sahabat.
Kami sering berpergian bersama, ke Malang, Cirebon juga Jakarta.
Pengalaman berkesan waktu kami pulang dari Malang, naik pesawat. Cuaca buruk saat itu, membuat saya takut karena pesawat terguncang-guncang dan tidak bisa mendarat. Baru saya berpikir, untung ada pendeta di sebelah saya, eh beliau berkata : “Berdoa saja, aku juga takut, serahkan saja pada Tuhan !”.
Yah, ternyata kita sama-sama takut.
Setelah 4 atau 5 kali gagal mendarat, akhirnya pesawat mendarat darurat di Jakarta.
Kami menginap semalam dan keesokan harinya, pagi-pagi benar kami melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan bis kota.
Tinggalkan komentar