Serpihan Kenangan dari Para Sahabat di Malang

by Lies Subagio

Waktu ik menginap di rumahnya di Bandung, ik diajak keliling-keliling kota, dan juga mampir ke Wisma Dorkas. Dia bilang punya satu kamar di situ.

Tjin Tjwan orangnya sangat perhatian, waktu melihat ik ada tompel di pipi, ik dikasih obat Cina penghilang tompel, dan benar, tompel ik hilang.


by Lucy Wirawan

Orangnya banyak perhatian, suka menolong teman, suka memberi advis. Kalau ada arisan, dia selalu mengusahakan untuk datang. Dia suka membuatkan saya sup doberten. Kita teman-temannya suka diundang makan, kadang di depot om Tjoan Po, kadang juga di rumah keponakannya – Eva.


by Wieke Suryantara

Ayah saya adalah sahabat masa kecil om Tjin Tjwan.

Betapa saya bersyukur karena Oom Tjien Tjwan adalah Pendeta (Emeritus) yang meneguhkan dan memberkati pernikahan putera kedua saya Christian  dengan Tirza.

Dan pada saat pertunangan mereka dilangsungkan, Oom Tjien Tjwan juga merancangkan acara yang istimewa.

Satu hal yang tak terlupakan lainnya adalah, ketika Oom Tjien Tjwan mengajari saya dan Cik Lingke cara melukis pada kain.


by Hetty Noeralim

Saat saya dan suami (alm. Tan Yong Liem) menempuh studi di SMP Kristen Jl. Semeru 42 Malang, kebetulan Sdr. Tjien Tjwan (begitu kami mengenal serta memanggil beliau saat itu) menjadi teman seangkatan mulai awal sekolah hingga lulus. Menurut kami, beliau adalah pribadi yang care dan humble. Hal ini semakin terasa karena walaupun terbatas jarak dan juga di tengah kesibukan pelayanannya, beliau sesekali masih menyempatkan berkomunikasi via telepon untuk sekedar menanyakan kabar teman-temannya. Kebiasaan ini terbawa terus hingga kami sama-sama memasuki masa lansia. Apabila ada kesempatan ke Malang, beliau pasti tak lupa menyempatkan waktu untuk mampir ke rumah dan biasanya kami mengajak teman-teman yang lain juga untuk bisa mengadakan pertemuan kecil-kecilan.

Sekitar 20 tahunan yang lalu (saya lupa persisnya), pernah kami sekelompok kecil teman-teman dari Malang dan Surabaya berkesempatan ke Jakarta untuk menghadiri undangan dari teman ex-SMP yang mantu, sekalian kami menyempatkan untuk mampir ke Bandung. Saat kami berada di Bandung, beliau dengan penuh sukacita melayani serta menjamu kami dan hebatnya lagi beliau sendirilah yang memasak untuk kami. Hingga pada saat kami pulang, beliau sendiri jugalah yang menyiapkan bekal untuk kami makan di jalan karena kuatir kami terkendala macet di perjalanan sehingga berakibat terlambat jam makan. Beliau begitu memperhatikan kami teman-temannya dengan sedetail-detailnya, dan kami percaya itu semua dilakukannya karena kasih.

Saya mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya yang indah ini, karena telah diberi kesempatan untuk mengenal dan memiliki seorang sahabat sekaligus juga hamba Tuhan yang setia dan penuh kasih, yaitu alm. Pdt. Em. T.S. Iskandar.

Selamat jalan sahabat, saya yakin saat ini beliau telah beristirahat dalam damai dan sukacita bersama Bapa di Surga.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai