Luar Biasa

by : Andito Wibisono

Papi & Papah

Dalam susah atau senang dalam kebersamaan sebagai keluarga, papi selalu mengajak kami berdoa, mengingatkan bahwa segala sesuatu diatur oleh Tuhan, dan harus disyukuri. Satu hal yang membuat saya salut, papi tidak pernah menggurui kalau memberi nasihat kepada kami,. Beliau bukanlah seorang pendeta yang suka mengutip ayat-ayat alkitab untuk menegur orang lain, walaupun beliau adalah seorang pendeta senior yang hebat.
Tentunya definisi “hebat’ sangat relatif. Dalam hal papi sebagai pendeta, menurut anggapan saya pribadi, beliau hebat karena khotbahnya sederhana (mudah dicerna) dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, untuk merenung dan bercermin diri, artinya beliau mempersiapkan setiap khotbah yang akan dibawakannya dengan baik.

Papi relasinya sangat luas. Banyak pasien saya yang kenal papi dan kerap menanyakan keadaan ato kirim salam pada beliau. Bukan itu saja, ternyata papi juga punya relasi dengan kolega-kolega saya, sesama dokter. Yang terakhir baru saya ketahui saat papi sudah meninggal, ada seorang rekan dokter datang melayat dan bercerita bahwa papi sering datang ke rumahnya, membawakan makanan-makanan istimewa hasil masakannya sendiri. Papi memang luar biasa.

Dengan cara sederhana, tidak dengan kemewahan, saya melihat papi selalu ingin menyenangkan orang lain. Salah satunya dengan masakan yang dibuatnya sendiri. Beliau memang pintar masak dan masakannya spesial dan enak. Sedemikian senangnya papi memasak, sampai dilarangpun tidak bisa, bahkan sampai akhir hidupnya beliau tetap memasak untuk mereka yang dikasihinya.

Berpulangnya papi yang sangat mendadak dan tidak terduga, sempat membuat saya sebagai dokter merasa “tidak terima”. Selama ini papi tampak demikian sehat di usianya yang menjelang 90, tidak ada penyakit serius. Saya sempat berpikir sepertinya ada pelayanan RS yang kurang beres, tetapi setelah saya renungkan dalam keadaan tenang, saya merasa bersyukur Tuhan memanggil papi dengan cara semudah itu. Kalau bisa memilih, sayapun ingin meninggalkan dunia seperti yang terjadi pada papi.

Memang kami sebagai keluarga tidak siap menerima kenyataan, tiba-tiba papi sudah tidak ada di antara kami, tapi yang harus kita belajar dari papi, beliau telah siap, telah menang, tetap punya minyak untuk mengiringi pengantin yang lewat.

Selamat jalan papi yang sangat kukasihi, sampai jumpa kelak.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai