Kesederhanaan Om Tjioe

by David Hermanus

Saya punya pengalaman keluar kota bersama Oom Tjioe yang sampai sekarang tak bisa saya lupakan. Sekitar thn 1987, seingat saya waktu itu ada undangan acara gerejawi di Bogor, saya menemani Oom Tjioe.
Dari Bandung naik mobil ke Bogor dan langsung pulang sore itu juga.
Waktu itu saya baru bisa membeli mobil baru untuk yang pertama kalinya, merknya Daihatsu Hi-Jet minibus 1000 cc. Mobilnya kecil dengan desain karoseri special yang konon dibuatnya tidak sampai 10 unit. Mobil itulah yang kami pakai mengantar Oom ke Bogor.
Saya setir sendiri, Oom duduknya di tengah yang kursinya memang agak lebar. Walaupun longgar pasti duduknya tak nyaman sekali karena sandarannya tegak.
Tidak ada AC, sehingga udara di dalam mobil terasa panas meskipun jendelanya sudah dibuka. Saya tidak berani jalan dengan kecepatan tinggi, karena mobil kecil tersebut goyangnya sangat hebat.

Setiap kali mengingat kejadian itu, saya malu sendiri, berani-beraninya mengajak Oom ikut mobil itu.
Walaupun saya terus berusaha mengemudi dengan santai, tapi sebenarnya selama di perjalanan saya was-was, siap-siap … pasti Oom akan ngomel
Namun ketika sampai di Ciung (rumah Oom saat itu), ternyata Oom tidak menunjukkan kelelahan samasekali, malahan saya dapat pujian karena Oom bilang saya nyetirnya enak … ???
Disini saya dapat melihat dan membuktikan lagi kesederhanaan Oom, yang mudah bersyukur dalam segala hal.
Dengan mobil kecil yang serba terbatas itupun Oom bisa menikmati dan mensyukuri perjalanan yang menurut saya waktu itu cukup melelahkan.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai