by Lili Wurjani

Saya (kupu2), Mewaty Ayub (pohon) dan beberapa teman2 menari seolah kami sedang berada di sebuah taman bunga.
Semua kostum yang kami pakai buatan papi. Saat kecil setiap kali papi bikin sesuatu, saya adalah penonton setianya yang sangat antusias memperhatikan setiap detailnya.
Kelopak bunga terbuat dari kertas crepe warna warni untuk dipakai di leher dan mahkota di kepala sebagai benang sari bunganya. Sayap kupu-kupu dibuat dari rangka besi yang dibungkus plastik transparant (cellophane) yang dihiasi motif sayap kupu2, di kepala juga pakai antena kupu2.

Pada saat itu, karena mendengar di sekolah sedang mencari acara untuk dipentaskan, entah mengapa, saya yang ku-per dan gak pernah
berani ngomong apalagi ke guru, tiba-tiba menceritakan dan menawarkan tarian dan kostum tsb, padahal �saya belum tahu apakah kostum yang sudah menjadi milik gereja itu, boleh dipinjamkan ke sekolah. Untungnya, setelah sekolah berminat, dengan bantuan papi, gereja tidak keberatan meminjamkan kostum tsb kepada sekolah, bahkan Ci Tjoe Na, Guru Sekolah Minggu yang sebelumnya melatih tarian tsb di gereja, bersedia juga melatih kami di sekolah.

saat acara carnaval di sekolah Minggu GKI Juanda
Baju penari janger Bali yang saya pakai juga buatan papi. Kainnya berwarna hijau dilukis motif khas kain Bali dengan tinta warna emas.
Collar yang dipakai di leher terbuat dari kain beludru merah tua yang dihiasi payet2 warna warni.
Hiasan kepala terbuat dari karton yang dilukis gambar kepala barong, ditambah kuncup2 kembang goyang dari kertas putih.
Semua dibuat papi dengan sepenuh hati.

Foto itu selalu mengingatkan saya pada suatu pemandangan lucu tentang papi dan cucunya (anak kedua saya, Arya).
Waktu itu papi dan mami masih tinggal di jalan Ciung, dan saya sejak melahirkan anak kedua pulang dari Ambon, ikut tinggal sementara di rumah itu juga.
Suatu hari, sepulang mengantar Indra, anak paling besar ke acara di sekolahnya, saya melihat suatu pemandangan yang membuat
saya tertawa sampai sakit perut (sayang ga saya foto) … papi dengan kaos oblong dan celana pendek, lagi asik masak di dapur, sambil menggendong Arya di punggungnya pakai selendang batik, persis seperti Oshin yang sedang menggendong adiknya itu …… ��
Tinggalkan komentar