by Roosmala
Berkaitan dengan kebiasaan Opa untuk tidak menimbun barang, ada
sebuah kisah yang mengingatkan mama akan sebuah Lagu Rohani lagi
nih. Edo dan Ade pasti kenal lagunya.
Betapa heranlah – heranlah – heranlah
Betapa heranlah Yesusku
Apa yang tak diduga, dibuktikan sabdaNya
Betapa heranlah Yesusku
Jadi ceritanya, setelah Oma meninggal, hampir semua milik Oma, gak peduli bagus atau jelek, mahal atau murah langsung dibagi-bagiin Opa. Kata Opa, daripada cuma jadi penunggu lemari, lebih baik dimanfaatkan orang lain. Antara lain barang-barang tersebut diberikan Opa kepada tante Sieni yang datang dari Malang, dengan pesan terserah mau buat pakai sendiri atau mau dikasihin ke orang lain lagi.
Singkat cerita, cukup lama setelah itu, Opa lagi gundah gulana, karena dapat berita ada seorang kerabat yang tinggal di US sedang mengalami kesulitan masalah uang dalam jumlah cukup besar (US$). Seperti biasa, Opa pengen menolong, tapi uangnya gak ada …. Minta sama anak-anak mungkin dikasih, tapi Opa tidak ingin menempuh cara itu.
Di saat Opa sedang gundah gulana itu, tiba-tiba Opa dapat telpon dari tante Sieni, yang semangat memberitahu bahwa temannya (sebut saja tante X) yang dikasih salah satu dompet Oma ngabarin tante Sieni, katanya di dalam dompet tersebut, dia menemukan US$ dalam jumlah lumayan banyak, dan tante X minta tante Sieni mengembalikan US$ nya kepada Opa. Ternyata semasa hidupnya, Oma suka nyimpen US$ di dalam dompet tsb.
Kebayang gak, gimana senangnya Opa… saat dia butuh US$, tiba-tiba … taaa … daaa … seperti turun dari langit, US$ itu ada di hadapannya.
Sekali lagi Tuhan menunjukkan kuasa dan kasihNya kepada Opa. Di saat Opa ingin melakukan kebaikan diluar kemampuannya, Tuhan menolong dengan caraNya yang ajaib.
Apa yang tak diduga, dibuktikan sabdaNya
Betapa heranlah Yesusku
Ternyata ya … lagu yang Edo dan Ade suka nyanyiin di Sekolah Minggu, terwujud dan dialami oleh Opa.
Tinggalkan komentar